Rabu, 03 Februari 2016

Kandungan Karbondioksida Hasil Pernapasan



Kandungan Karbondioksida Hasil Pernapasan

v  Tujuan  : Membuktikan adanya CO2 sebagai hasil pernapasan.

v  Alat dan Bahan   :
1.      3 Botol bekas air mineral (500cc)
2.      Air kapur
3.      Sedotan
4.      Air suling                                                              
5.      Spidol
6.      Alat pengukur waktu (stopwatch)
7.      Indikator PP

v  Langkah Kerja     :
1.      Cara membuat air kapur :
Larutan satu sendok the kapur tohor Ca (OH)2 kedalam 1 liter air suling, aduk, biarkan larutan ini semalam. Kemudian pindahkan larutan yang bening ke tempat lain (jangan sampai endapannya ikut). Tutup dengan baik, air kapur siap digunakan.
2.      Alat dan bahan disususun. Pada gelas 1, diisi air suling. Pada gelas 2, diisi air kapur  dan pada gelas 3 diisi air kapur + indicator PP.
3.      Tiupkan udara pernapasan melalui sedotan ke dalam semua gelas secara bersamaan.
4.      Kemudian ukur waktu menggunakan stopwatch.
5.      Tunggu sampai gelas 3 warna larutannya menjadi sama dengan gelas 2.
6.      Catat waktunya. Dan amati !

v  Data Hasil Pengamatan
Gelas

Perlakuan
Sebelum
Sesudah
Gelas 1
300 cc air suling
Bening
Bening
Gelas 2
300 cc air kapur
Keruh
Putih keruh + Endapan
Gelas 3
300 cc air kapur + PP
Merah muda
Putih keruh + Endapan

Gelas 3 menjadi putih (endapan) selama 4 menit 11 detik

v  Pembahasan
Pada percobaan larutan kapur yang telah diendapkan, menjadi keruh setelah ditiup selama beberapa saat. Hal tersebut membuktikan bahwa telah terjadi reaksi antara larutan kapur dengan udara hasil pernapasan yaitu CO2 (karbondioksida).
Kapur yang dilarutkan menggunakan air akan menjadi keruh dan terjadi reaksi antara kapur dengan air dan menghasilkan
CaO +H2O —> Ca(OH)2
Kemudian dihembuskan nafas dengan cara ditiup menggunakan sedotan selama beberapa saat. Larutan kapur tersebut menjadi keruh karena karena larutan kapur itu berekasi dengan nafas, sehingga membentuk batu kapur. Itu yang menyebabkan warna larutannya semakin keruh. Dalam wadah tersebut terjadi reaksi antara larutan kapur CaO dengan CO2 , kemudian akan menghasilkan CaCO3 dan H2O.
Ca(OH)2 + CO2 —> CaCO3 + H2O
Keterangan :
CaO : kapur
H2O : air
Ca(OH)2 : larutan kapur
CO2 : karbon dioksida (kandungan terbesar dari nafas)
CaCO3 : batu kapur

v  Kesimpulan
Dari percobaan larutan kapur yang ditiup dan nafas yang dihembuskan pada permukaan cermin, membuktikan bahwa udara hasil pernafasan berupa CO2 dan H2O. Selain itu proses respirasi juga menghasilkan energi dalam bentuk ATP .

v  Pertanyaan :
1.      Bagaimana reaksi kimia yang terjadi pada percobaan gelas 2 sehingga air menjadi keruh ?
Jawab : Ca(OH)2 + CO2    →     CaCO3 +H2O
           Batu Kapur +  Karbondioksida → kalsium karbonat
2.     Pada gelas 3 air kapur ditambahkan dengan indicator PP (Phenol Ptalin). Apa fungsi indicator PP pada percobaan ini ?
Jawab     : Indikator PP digunakan untuk menunjukkan (penanda) apakah suatu larutan bersifat basa atau tidak.
Dalam percobaan ini, sebelum air kapur (bersifat basa) dalam gelas 3 ditiup, warnanya merah muda karena PP akan berwarna merah jika berada dalam larutan basa. Setelah ditiup selama 7 menit, kandungan CO2  dapat merubah warna menjadi putih keruh, hal ini berarti larutan tersebut sudah tidak bersifat basa lagi.
3.      Bagaimana kesimpulan yang dapat dirumuskan dari percobaan ini ?
Jawab  : Selama kita bernapas, udara yang kita hembuskan menghasilkan gas karbondioksida (CO2).



Pertanyaan
1.      Frekuensi pernapasan pada orang dewasa berkisar antara 15-18 permenit, tetapi akan berubah dari waktu ke waktu. Faktor-faktor apa sajakah yang mengubah frekuensi pernapasan tersebut ?
A.    Tinggi badan
B.     Jenis kelamin
C.     Kesehatan
D.    Umur
E.     Berat badan

2.      Sebutkan macam-macam kelainan dan gangguan pada sistem respirasi manusia, dan beri keterangan sesuai dengan kolom dibawah ini....

No
Gangguan
Organ yang terganggu
Gejala
1.
Faringitis
Faring
timbul rasa  nyeri pada waktu menelan makanan ataupun kerongkongan terasa kering
2.
Asma
Paru-paru
Sesak napas, bengek, rasa sesak dan berat di dada
3.
Emfisema
Paru-paru
pembengkakan pada paru-paru, sulit bernapas, batuk kronis.
4.
Bronkitis
Saluran brokial
Batuk berdahak, mengi, flu berkepanjangan, sering sesak napas
5.
Pneumonia
Alveolus
batuk, sakit dada, demam, dan kesulitan bernafas
6.
Renitis
Rongga hidung
bersin-bersin, hidung gatal, hidung tersumbat, dan berair (ingus encer).
7.
Tonsilitis
Amandel
Tenggorokan terasa sakit, Terasa sakit saat menelan, Tubuh mengalami demam tinggi,Sering mengalami muntah, Mengalami kesulitan saat bernapas.
8.

Flu

Rongga hidung

pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan tenggorokan terasa gatal.
9.
Tuberculosis (TBC)
Paru-paru
batu berdahak selama tiga minggu atau lebih, dalam dahak pernah didapati bercak darah, demam selama satu bulan lebih terutama pada siang dan sore, menurunnya nafsu makan dan juga berat badan, sering berkeringat saat malam, dan sesak nafas.
10.

Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)
hidung, laring (tekak), dan tenggorokan
demam tinggi hingga 39 derajat celcius, tenggorokan merah, pada kulit terdapat bercak-bercak berwarna merah menyerupai campak, telinga sakit dan mengeluarkan darah, dan pernafasan berbunyi mendecit.
11.


Kanker Paru-Paru



Paru-paru


Pembekakan di wajah atau di leher, Napas sesak dan pendek-pendek, Kehilangan nafsu makan dan turunnya berat badan, Kelelahan kronis, Dahak berdarah, berubaha warna dan semakin banyak, Sakit kepala, nyeri dengan sebab yang tidak jelas, Batuk yang terus menerus atau menjadi hebat, Suara serak/parau
12.

Asfiksi

Paru-paru

Pernapasan terlihat cepat, berat, dan sukar, kesadaran menurun sampai hilang dan relaksasi spingter.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar